
Mimpi dan masa depan
tentang sayap kupu-kupu
menuju rumah cinta
yang mesti lewat di atas mawar
dan bangunan di sudut parasmu
terus menduga
Adakah sekutu yang menuntunku ?
lalu tanpa meranting
menyapa suir-suir halimun
seperti bayang-bayang
memanggil ruh dalam dekapan
inilah tubuhku
semaput menguliti percakapan
tentang nama samaran
di antara bendera beliamu
perempuan dan gaun kepadaku
kemana saja
hidup kita membaringkan
kuluman senyum
Mengingatkan pada kuncup pagi
kadang-kadang melukis
warna-warni birahi
yang gugur
sebelum melubangi kerinduan
di misteri mawar-mawar
Maka penyair tak lain
hanya kesempatan membuat
kejujuran
dan mimpi masa depan
melempar sejarah kita
menerbangkan kupu-kupu
dari parasmu